Kamis, 15 Juni 2017

Beda itu Boleh


Hari ini gue coba untuk nulis yang ada di dalam otak gue selama berhari-hari mengenai sebuah keresahan dalam sanubari. lets go, gue merupakan anak farmasi , yak semenjak 2012 gue sah menjadi farmasis , anak yang kemana - mana ngomong nya istilah latin bahkan yang ada di otak cuma resep aja, mulai dari resep nenek minah sampe resep paling gampang.

Pilihan menjadi farmasis bukan ide gue bahkan kepikiran aja engga, yang ada di otak gue ya abis SMP gue masuk sekolah SMA dengan harapan bisa masuk ke dunia sosial yaitu tingkatan IPS, hmm gue juga mikirin sih bisa make sepatu bebas, secara dulu kalo SMP kan pake nanya sepatu NB hitam putih, apalah daya kalo make sepatu bebas urusannya udah langsung sama guru BP. 

well, kini gue udah 22 tahun dan diakui sebagai Sarjana Farmasi, Kalimat itu berat loh , gimana ga berat kalo ada orang yang tanya obat atau resep kalo lo mikir lama dan apalagi gabisa ,status sarjana lo bakal dipikir pikir. Sebagaimana lulusan lainnya sarjana farmasi melanjutkan studi nya ke jenjang Apoteker atau S2 Farmasi bahkan langsung kerja di Apotek, Rumah Sakit dan Pabrik Farmasi, sedangkan gue baru kerja 1 bulan aja udah keluar karena alasan apotek yang tidak bersahabat. Jika ditanya gue sibuk apa sekarang, gue bisa dibilang pengangguran yang mengurus geriatri istilah orang Indonesia orang yang sudah tua. 
 
Dibalik itu semua gue sedang sibuk dalam organisasi mengenai pendidikan yang guna nya meningkatkan minat baca anak-anak kecil, mulia sekali kan hehe. Gue dipilih sebagai kordinator wilayah Jakarta, sedikit cerita gue bangga sekali bisa join di organisasi ini, karena apa ? karena gue bisa mengeksplor bakat terpendam gue, walaupun berbeda dengan pendidikan gue, dan selalue jadi bahan perbincangan orang kenapa gue ga fokus di Farmasi. Dalam organisasi seperti ini gue punya ketenangan hati dan bisa nemuin banyak karakter orang serta bisa bertukar pikiran secara langsung, namun bukan berarti gue meninggalkan dunia farmasi begitu aja, gue kemarin juga sedang melamar di BPOM sebagai tenaga pramubakti.

Jangan pernah takut buat menjadi beda, selagi bertangggung jawab dan passion lo hal yang positif, tuhan punya cara tersendiri kok dalam mengatur masa muda dan depan lo. yang harus lo pikirkan gimana layar yang udah kebuka lebar harus tetap tegak ga boleh ketutup.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar